ALAM terbuka tempat wisata petualangan dilaksanakan selalu menyimpan hal-hal tak
terduga. Salah satunya bertemu dengan hewan liar, seperti ular yang berhabitat di hutan,
sungai, maupun rawa.


Banyak yang beranggapan, ketika bertemu ular maka hal yang paling mudah dilakukan
adalah memusnahkan atau membunuh. Padahal ular merupakan bagian dari penyeimbang
ekosistem alam.


Pendiri dan ketua komunitas pecinta ular Wagleri Indonesia Nurdin hakim, mengatakan
melepaskan ular pada habitatnya merupkan cara yang paling tepat agar tetap dapat hidup
berdampingan dengan alam tanpa merusak ekosistem yang ada. Dia kemudian berbagi tips
tentang cara mengatasi dan menghindar, ketika bertemu ular saat sedang melakukan
aktivitas alam bebas.


Diam dan jangan membuat gerakan
Langkah pertama ketika bertemu dengan ular, yakni menghadapi dengan diam dan
tenang. Ular sangat terprovokasi dengan gerakan yang tiba-tiba. Anda dapat
berkoordinasi dengan suara namun tidak dengan gerakan yang mencolok. Jangan
sekali-sekali bergerak dengan gerakan yang mengagetkan sebab hal itu justru
membuat ular merasa terancam dan akhirnya menyerang.


Perhatikan jenis ular
Amati ular yang ditemui dan segera mengidentifikasi jenis ular dengan ciri-cirinya
yang kasat mata. Jenis ular berbisa atau berbahaya biasanya kepalanya berbentuk
segitiga, memiliki gerakan yang lambat, dan beraktivitas di malam hari. Satu-satunya
cara untuk mengatasi jenis ini adalah dengan menghindar.


Sedangkan yang yang tidak berbahaya biasanya memunyai kepala berbentuk oval
(kecuali kobra), gerakannya cepat, dan beraktivitas siang hari. Jenis ini dapat
dipindahkan dan dikembalikan ke habitatnya. Karakteristik ular-ular tersebut
merupakan ciri yang umum yang banyak ditemui.


Kenali lingkungan
Perhatikan dan kenali lingkungan di sekitar tempat Anda berdiri, apakah terdapat
tanjakan, jurang, pepohonan, dll. Dengan mengetahui keadaan sekitar, Anda pun
dapat menentukan ke arah mana akan menghindari. Jangan sampai kepanikan
membuat Anda sembrono dan justru terjebak ke arah yang salah dan berbahaya.


Mundur perlahan
Ketika sudah mengenali lingkungan, persiapkan diri Anda dengan gerakan yang
tenang mundur perlahan. Menghindar secara perlahan dan memberi ruang bagi ular
untuk pergi dengan sendirinya tanpa harus diusir. Jika Anda berusaha menyerang,
maka kondisi akan berubah, karena ular akan berusaha menyerang balik.


Gunakan alat bantu
Jika menghadapi kemungkinan terburuk, ular sudah menyerang dengan melilit
ataupun menggigit, jangan langsung panik dan jangan banyak bergerak. Menarik
langsung dari cengkramannya akan membuat semakin parah. Cukup ikuti arah lilitannya dengan bantuan alat, seperti sapu, batang pohon maupun tong. Jangan
menggunakan tangan sendiri sebab Anda akan terjebak pada lilitannya.


Garam hanya mitos
Banyak yang beranggapan ular takut dengan garam. Karena itu garam kerap
ditaburkan di sekeliling rumah mau pun tenda untuk menangkal ular. Cara itu
ternyata tidak berfungsi, karena kulit ular dengan kuku manusia yang tidak
berpengaruh ketika terkena garam kecuali dalam keadaan luka terbuka. Meski
demikian, konon garam yang telah didoakan menjadi bagian dari ritus yang
digunakan orang zaman dahulu untuk mengusir ular di sekitar rumahnya.