APA yang akan menjadi trend wisata 2020? Laman booking.com mengeluarkan data trend
Travel 2020 berdasarkan hasil survei terhadai 22.000 responden dari berbagai negara, antara
lain masing-masing 1.000 responden dari Australia, Jerman, Prancis, Spanyol, Italia, China ,
Brasil, India, AS, Inggris, Rusia, Indonesia, dan Korea Selatan.
Selain itu masing-masing negara 500 responden dari Jepang, Selandia Baru, Thailand,
Argentina, Belgia, Kanada, Denmark, Hong Kong, Kroasia, Meksiko, Belanda, Swedia,
Singapura, dan Israel.. Responden menyelesaikan survei online antara 9-28 Agustus 2019,
yang hasilnya kemudian dirangkum di Trend Travel 2020.

1. Munculnya Traveler ‘Kota Kedua’
Apa yang dimaksud dengan kota kedua? Wisata kota kedua di sini berarti eksplorasi destinasi
yang tidak terlalu populer untuk mengurangi over- tourism atau pariwisata berlebihan dan
melindungi lingkungan. Aktivitas wisata seperti ini akan semakin diminati.

54% traveler global ingin mengambil bagian dalam mengurangi pariwisata berlebiha
51% rela menukar destinasi awal yang sudah dipilih dengan tempat yang tidak terlalu terkenal
tapi serupa, jika mereka tahu bahwa dampak lingkungannya lebih kecil.
60% traveler global ingin dapat mengakses layanan (aplikasi/situs) yang merekomendasikan
destinasi di mana pertumbuhan pariwisata dapat memberi dampak positif terhadap komunitas
lokal.

2. Ekspektasi Tinggi Terhadap Teknologi
Di tahun 2020 traveler akan lebih banyak mengandalkan teknologi untuk mmembuat keputusan.
Tahun depan akan ada teknologi inventif yang dapat menginspirasi dan memungkinkan traveler
untuk mengambil berbagai keputusan terkait perjalanan. Rekomendasi yang dibuat
berdasarkan teknologi pintar yang terpercaya akan menghubungkan calon traveler dengan
begitu banyak pengalaman baru yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya.

Enam dari 10 orang (59%) berharap dapat dikejutkan oleh teknologi dengan berbagai opsi dan
ide baru di tahun depan.


Hampir separuh (46%) traveler global menyatakan akan memakai aplikasi yang bisa
mempercepat dan mempermudah mereka untuk menjelajahi dan memesan aktivitas secara real
time ketika bepergian.


44% juga berencana untuk memakai aplikasi untuk merencanakan aktivitas, sehingga mereka
dapat mencari semua jawaban di satu tempat.


3. Slow Traveling Menggantikan #FOMO

Kalau dulu banyak yang takut untuk melewatkan segala sesuatu fear of missing out (FOMO)
dan mencoba untuk melakukan banyak hal sekaligus. Di tahun 2020 banyak yang justru
melambatkan perjalanan, dalam arti memakan waktu lebih lama, namun mendapat pengalaman
lebih istimewa.

48% traveler berencana untuk memilih transportasi yang lebih lambat untuk mengurangi
dampak lingkungan.
Enam dari 10 (61%) akan memilih mengambil rute yang lebih jauh agar bisa ebih menikmati
perjalanan.


Ada berbagai tipe transportasi yang mendorong keinginan calon traveler untuk melakukan
perjalanan yang lebih santai,mulai dari sepeda, tram, kereta luncur, perahu, hingga berjalan
kaki.


57% tidak keberatan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di perjalanan saat dan di yang
dituju, asal jenis transportasinya unik.
64% calon traveler ingin merasakan kembali ke masa lalu dengan naik kereta bersejarah.

4. Mencari Liburan Menyenangkan yang Lengkap
Dunia berputar dengan begitu cepatnya sampai kebanyakan dari kita selalu merasa kekurangan
waktu. Sama halnya ketika liburan. Traveler menginginkan waktu yang efisien saat berlibur. Jadi
daripada memilih satu tema untuk seluruh liburan, tahun depan akan semakin banyak traveler
yang mencari pengalaman menyenangkan yang lengkap atau all-amusive, dengan pergi ke
destinasi yang menawarkan beragam pilihan aktivitas dan atraksi.

54% traveler global mengungkapkan keinginannya untuk melakukan perjalanan panjang ke
sebuah tempat yang memiliki semua aktivitas favorit mereka dan atraksi yang saling berdekatan
62% setuju bahwa keinginan ini muncul karena mereka ingin menghemat waktu.


5. Hewan Peliharaan jadi Prioritas
Pentingnya memperhitungkan hewan peliharaan ketiba berlibur akan menjadi salah satu trend
pariwisata 2020. Tren ini antara lain terlihat dari jumlah properti ramah peliharaan yang terus
meningkat di Booking.com. Akomodasi di seluruh dunia akan terus mencari cara yang inovatif
untuk menawarkan layanan dan amenitas khusus hewan peliharaan, seperti tempat tidur anjing
gratis, spa hewan, layanan kamar dengan menu khusus, bahkan restoran yang dirancang
khusus untuk hewan peliharaan.

55% pemilik hewan peliharaan global menganggap bahwa peliharaan mereka tidak kalah
penting dari anak sendiri. Jadi tidak mengherankan kalau di tahun 2020 akan semakin banyak
yang pergi berlibur dengan membawa hewan peliharaan.


42% pemilik hewan peliharaan global setuju bahwa tahun depan mereka akan memilih destinasi
liburan berdasarkan kemungkinan mereka membawa peliharaannya, dan 49% rela membayar
lebih untuk akomodasi yang ramah hewan peliharaan.


6. Membuat Kenangan dengan Berlibur Bersama Kakek-Nenek

Di tahun 2020 akan semakin banyak kakek-nenek yang berlibur bersama cucu-cucunya dan
meninggalkan generasi tengah di rumah.

72% kakek-nenek setuju bahwa menghabiskan waktu dengan cucu membuat mereka merasa
awet muda.


71% percaya bahwa orang tua perlu beristirahat sendiri tanpa anak-anaknya. Apa lagi, generasi
tua saat ini lebih sehat, lebih pemberani, dan lebih ingin untuk tetap muda dan aktif dari
sebelumnya.


7. Berburu Reservasi Restoran
Tahun depan traveler akan memiliki ambisi kuliner yang lebih tinggi. Semakin banyak orang
akan berlomba-lomba untuk membuat reservasi di restoran-restoran bergengsi. Bagi banyak
orang, ke mana dan kapan mereka bepergian dimulai dari, dan bergantung pada, apakah
mereka bisa memesan tempat di restoran bergengsi, bahkan di tempat yang daftar antreannya
sampai berbulan-bulan.

71% traveler global yang menganggap penting untuk makan dari bahan pangan lokal dalam
liburan mereka.

8. Rencana Perjalanan Jangka Panjang
Semakin banyak orang yang secara sengaja merencanakan pensiun dini, diiringi dengan
munculnya ‘perencanaan perjalanan petualangan’.

23% orang yang berusia 18-25 tahun berencana untuk pensiun sebelum berusia 55 tahun dan
berniat merencanakan perjalanan merayakan tahun emas mereka.


65% traveler global melihat perjalanan sebagai cara yang sempurna untuk menghabiskan
waktu luang.


47% traveler global berencana untuk lebih berani dalam menentukan pilihan perjalanan ketika
mereka pensiun, 19% dari mereka yang telah pensiun merencanakan gap year atau tahun jeda, yaitu berlibur beberapa bulan tanpa gangguan.

52% traveler menganggap bahwa hal itu dapat dilakukan di usia berapa saja. Dengan saling
berkaitannya masa pensiun dengan traveling di banyak rentang usia.