GALIH Mulya Nugraha, Co Founder Embara Films, bersama timnya telah melahirkan beberapa karya
membanggakan, salah satunya film Epic Java yang pada 2013 mendapat penghargaan dari Piala
Maya dan Festival film Indonesia, serta diputar di Jiffest 2014. Film Get in Tune (Indonesia Kirana)
menjadi nominasi Film Dokumenter Terbaik (FFI) dan Piala Maya pada 2016.


Sekarang timnya sedang sibuk menyelesaikan film Homa yang sarat dengan tema spiritual. Mari
simak pengalaman serta tanggapan produser yang memilih berdomisili di Bali karena jatuh cinta
dengan kelestarian budayanya itu, mengenai film bagi pariwisata Indonesia.


Destinasi yang paling menarik ketika membuat film?
Selama syuting Epic Java yang paling berkesan adalah Jawa Timur karena alamnya sangat beragam
dan megah. Kalau untuk Homa, tempat yang paling berkesan adalah Bali. Film ini bertema spiritual
dan Bali merupakan tempat yang kaya akan ritual dan budaya. Kalau di luar Indonesia, menurut saya
yang paling berkesan adalah di Ladakh, India. Budaya dan ritual Tibet masih sangat kental di sana.


Destinasi favorit secara pribadi?
Untuk Indonesia Bali dan kepulauan Komodo. Bali karena budaya dan ritualnya, sedangkan Komodo
karena bentangan alamnya yang unik. Kalau di luar Indonesia, saya sangat suka India karena
keanekaragaman budaya berbeda-beda dan lanskap yang beragam.


Bagaimana film mengambil peran dalam promosi pariwisata?
Film sangat berperan sebagai media propaganda dan promosi, apalagi untuk pariwisata. Secara alam
bawah sadar, media film dapat membangun kesan dan menarik penonton untuk dapat merasakan
langsung atmosfer yang sama seperti yang terlihat di film. Seperti kota Dubrovnik yang kebanjiran
turis setelah booming serial Game of Thrones ataupun Belitung yang banyak didatangi turis karena
film Laskar Pelangi.


Bagaimana pariwisata Indonesia sekarang menurut Anda?
Untuk daya tarik, tempat-tempat di Indonesia sangat beragam keindahannya dan memiliki paket
komplet, dari laut, pantai, gunung, budaya, alam, dll. Tapi sayang sekali semuanya itu belum
dibarengi dengan manajemen yang baik. Masih banyak ketidakjelasan, belum lagi masalah
diskriminasi harga yang sangat mahal yang dialami turis asing.


Harapan Anda?
Semoga manajemen pariwisata Indonesia lebih baik. Semua pihak baik pemerintah, swasta, dan
masyarakat saling bersinergi menciptakan bisnis pariwisata yang berkesinambungan dan efisien,
sehingga turis banyak yang termudahkan untuk mengaksesnya. (CH/D-1)