MBAH Satinem dan Mbah Lindu dua dari sekian banyak nama yang populer di dunia kuliner
legendaris Yogyakarta. Belakangan, dua nama itu kian ngetop karena masuk dalam film seri
dokumenter Street Food di Netflix. Apalagi tahun ini, Mbah Satinem didatangi aktor Korea
Selatan dan Taiwan papan atas, Lee Seung Gi dan Jasper Liu.


Mbah Satinem
Mbah Satinem sudah berjualan lebih dari 70 tahun. Tempatnya tidak sulit dicari, ada di emperan
ruko Bumijo. Jangan khawatir, nama dan lokasinya sudah tercantum di aplikasi kendaraan
online.


Duduk di dingklik (kursi kecil) menghadap jajanan yang dijual, Mbah Satinem sibuk melayani
pelanggan, ditemani satu orang asisten yang membantu membungkus jajanan setelah diracik
dengan bumbu seperti kelapa, bubuk kacang kedelai, gula jawa cair, atau gula halus.


Lupisnya enak dan legit. Ada juga tiwul, cenil, klepon, dan ketan. Karena namanya kian ngetop,
sekarang pembelinya diberi nomor antrean supaya tidak saling serobot. Jika ingin beli
sebaiknya datang pagi saat gelaran masih lengkap. Mbah Satinem buka dari jam 06.00 sampai
09.00.


Mbah Lindu
Gudeg Mbah Lindu juga sudah ada sejak 1950-an. Bisa dujumpai di Jalan Sosrowiyayan,
tepatnya di bangunan pos satpam depan Hotel Grage. Buka pukul 05.00 hingga 11.00.
Mbah Lindu diburu penyuka gudeg yang tidak terlalu suka cita rasa manis yang lekat. Racikan
warisan Mbah Lindu memang bercitarasa beda. Pengunjung yang ingin santap di tempat bisa
duduk di kursi-kursi plastik atau kayu di pinggir jalan.


Gudeg Mbah Lindu agak basah dan percayalah uenaaak! Kreceknya diramu agak pedas,
lengkap dengan petai. Sebagai gambaran, nasi, tahu, gudeg, krecek, dan telur hanya Rp12
ribu. Perut kenyang, lidah pun bergoyang. (D-1)