TOKO Oen, salah satu tempat makan legendaris yang mesti dikunjungi saat datang ke
Semarang. Awalnya buka di Yogyakarta pada 1922, kemudian membuka cabang di
Semarang pada 1936. Saat ini, hanya Toko Oen di Jalan Pemuda Semarang yang masih
bertahan.


Toko Oen buka mulai pukul 10.00 hingga 22.00. Pengunjung bukan hanya sekadar
menikmati makanan, tetapi juga bernostalgia, menikmati interior dan arsitektur bangunan
Belanda yang dihiasi pintu besar, tebal, dengan jendela kaca tinggi. Di dalam restoran ada
ruang pajang bolu dan roti jadul plus toples-toples besar berisi kue-kue kering zaman dulu.


Menu di Toko Oen terkenal unik, perpaduan masakan Belanda, Jawa dan China. Bestik sapi
dan bestik lidah merupakan menu kuno yang masih menjadi favorit pengunjung hingga saat
ini. Begitu juga dengan es krimnya.


Jenny, generasi ketiga yang mengelola Toko Oen, mengatakan di setiap generasi ada
penambahan menu baru. Di generasinya ada poffertjes ala Toko Oen yang langsung
merebut hati pelanggan. Rasanya lembut dengan isian keju dan meses. Coba juga roti
ganjel rel khas Semarang. Di Toko Oen, ganjel rel tampil unik dengan cita rasa berbeda.
Jenny memadukan resep ganjel rel dan oenbinkoek. Hasilnya khas Toko Oen yang bisa
dijadikan oleh-oleh.