OLAHRAGA bisa berperan menjadi apa pun. Mendatangkan wisatawan yang masuk ke
kategori sport tourism, rekreasi, hingga menumbuhkan rasa nasionalisme. Badminton atau
bulutangkis salah satu di antaranya.


Banyaknya peminat olahraga batminton di Indonesia memunculkan komunitas Badminton
Talk Community (BTC) yang didirikan Riki Madi Putra yang akrab disapa Ajo ini besar. Ada
setidaknya 1500 anggota yang terdaftar di 12 cabang region di seluruh Indonesia, di
antaranya Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Batam, Palembang, Pekanbaru, Medan,
Bali, Manado, dan Makassar.


Kegiatan BTC terbagi menjadi 5 program, yakni Nonton Badminton Bareng (nobar), Main
Badminton Bareng (mabar), Turnamen, Charity, dan Gathering. Nonton badminton bareng
dilakukan ketika ada pertandingan internasional yang digelar di Indonesia ataupun nonton
bareng dengan streaming untuk sama-sama mendukung timnas Indonesia yang sedang
berlaga. Menonton streaming biasanya dilakukan di basecamp BTC yang terletak di
bilangan Cilandak Barat, Jakarta Selatan.


Main Badminton Bareng dilakukan setiap Sabtu atau Minggu. Untuk wilayah Jabodetabek
kegiatan Mabar dilakukan berpindah-pindah. Berbeda dengan tempat latihan di kota lainnya
yang diselenggarakan di tempat yang sama. Komunitas ini juga rutin membuat turnamen
internal tahunan.


Ada dua turnamen tahunan yang digelar, yakni BTC Championship yang dirayakan dalam
rangka hari kemerdekaan dan BTC Tour Final yang dilakukan sebagai penutup tahun.
Setiap pertandingan dilakukan sesuai dengan level ranking masing-masing anggota. Setiap
akhir tahun akan ada rekap ranking anggota-anggotanya.


Adapula bakti sosial dan traveling bersama yang menurut Ajo,dilaksanakan setiap
bertepatan dengan tanggal berdiri BTC pada 8 April. Traveling bersama dilakukan untuk
keakraban dan menjadi momen pergantian kepengurusan serta evalusi kegiatan selama
setahun.


Keanggotaan BTC terbuka untuk siapa pun dengan membayar iuran sebesar Rp25.000,
untuk membuat kartu anggota yang berlaku seumur hidup. Tak ada syarat khusus dan tak
harus bisa bermain bulutangkis.


Pada region Jabodetabek setiap minggu setidaknya ada 30-50 angggota yang datang. Tiap
pertemuan paling tidak satu anggota yang ikut bermain turut membayar iuran kolektif
sebesar Rp30.000 untuk lapangan dan kok yang digunakan.


Awal Mula
Komunitas BTC lahir bukan dari seorang yang awalnya gemar bermain bulutangkis, namun
dari peminat berita-berita menggembirakan tentang bulutangkis Indonesia. “Ketika
mendengar berita-berita menggembirakan tentang prestasi Indonesia dikancah dunia, rasa
bangga dan nasionalisme saya bertambah,” ujar Ajo.

Maka pada 2015 Ajo tergerak membuat suatu portal media yang mewadahi berbagai info
dan berita mengenai bulutangkis Indonesia. Beberapa tahun berjalan, ternyata banyak
diminati. Hal tersebut menyadarkan Ajo bahwa sebenarnya banyak peminat bulutangkis di
Indonesia.


Dari situ lahirlah komunitas BTC. Komunitas ini mewadahi anggota baru untuk belajar dan
berkembang bersama. Disatukan dengan hobi yang sama dan dikuatkan dengan rasa cinta
tanah air yang membara, mereka saling mengisi. (CH/D-1)