PAGI itu, udara sejuk di kawasan Candi Gedong Songo membuat paru-paru terasa lebih
mengembang. Di dalam area candi, panorama alam terasa lebih menggoda.
Tak jauh dari pintu gerbang, balon udara menghiasi langit biru, cantik untuk selfie. Namun,
pemandangan menakjubkan yang sesungguhnya baru dimulai ketika mendatangi satu demi
satu areal candi dengan menunggang kuda.


Dari atas kuda tunggang, pemandangan alam berlatar tanaman hijau, pegunungan, dan
kemegahan candi, sungguh menakjubkan. Rasanya dibawa mesin waktu menjelajahi
kembali kejayaan kerajaan-kerajaan Nusantara lewat alam dan bangunan candi yang
diperkirakan dibangun abad ke 7 dan 8 masehi.

Mengenal sejarah ternyata bisa sangat menyenangkan. Pemandu kami, Pak Ngatno dari
Balai Pelestarian Cagar Budaya, Jawa Tengah, menjelaskan bahwa nama Candi Gedong
Songo didapat karena ada 9 kawasan candi. Masing-masing kawasan memiliki 1 hingga 5
bangunan candi. “Kawasan candi 1-5 bisa dijelajahi, tiga lainnya ada di dalam hutan,
sehingga perlu pemandu khusus,” katanya.


Kami menikmati pemandangan luar biasa di setiap perhentian. Di candi keempat, Ngatno
berkisah, sekelompok peneliti bioenergi dari luar negeri pernah menghabiskan waktu
bertahun-tahun untuk meneliti energi di Candi Gedong Songo. Hasilnya, area candi keempat
disebut-sebut merupakan pusat energi yang alirannya jauh lebih kuat dibandingkan Tibet. Itu
sebabnya, area candi keempat cocok dijadikan tempat melakukan aktivitas yoga, meditasi,
dan sejenisnya.


Mendengar cerita itu, kami memutuskan berhenti lebih lama untuk menikmati kesejukan dan
kesegaran udara, sebelum akhirnya berjalan kaki ke kawasan candi kelima, atau area
terakhir yang bisa dikunjungi di luar belantara hutan.


Kekinian Ayanaz
Dari candi kelima, perjalanan berkuda kembali ke titik awal. Kami mampir ke Ayanaz yang
lokasinya berada di dekat pintu masuk. Tempat itu menawarkan perpaduan pemandangan
alam dan fasilitas kekinian berupa spot-spot foto unik.


Ayanaz buka tahun lalu dan langsung mendapat sambutan hangat dari wisatawan.
Tempatnya memang asyik. Ada tempat beristirahat unik dan kolam kering untuk berswa foto
yang dikelilingi air dan berlatar lembah hijau. Di beberapa titik terdapat balon udara
menjulang di angkasa. Di salah satu sisi lembah ada rumah dari balon-balon besar
transparan dengan desain interior hangat menggoda.


Kehadiran objek wisata kekinian itu mampu mendongkrak tingkat kunjungan ke Candi
Gedong Songo hingga 30%. Kini, pengunjung Candi Gedong Songo di hari biasa berkisar
antara 300 hingga 500 orang, dan di akhir pekan mencapai 1.000 hingga 1.500 orang.
Kawasan Candi Gedong Songo, dikelola tiga instansi pemerintah, yakni Perhutani, Balai
Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah, dan Dinas Kepemudaan, Olah raga, dan
Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah. Kawasan Ayanaz masuk dalam wilayah pengelolaan
Disporapar. (D-1)